Investasi Khusus Selama Bulan Ramadhan untuk Perencanaan Keuangan?

Investasi Khusus Selama Bulan Ramadhan untuk Perencanaan Keuangan?

Berbagai kegiatan banyak sekali diadakan untuk menyambut bulan puasa ? Bagaimanakah dengan investasi dan perusahaan investasi ? Yang sudah sangat pasti adalah perusahaan tersebut tidak akan tutup juga di hari raya ini, dan pastinya omzet perusahaan harus terus berjalan. Hal ini tidak semata-mata untuk perusahaan saja, akan tetapi juga bagi para karyawan yang bekerja dalam perusahaan tersebut untuk sebagai perencanaan keuangannya.

Sebelum menilai investasi yang sesuai atau pun sebagai media untuk perencanaan keuangan, mari kita lihat berbagai faktor yang ada dan jarang kita perhitungkan. Hal yang populer saat ini adalah kenaikan harga premium yang semula Rp. 4.500,- per liter kemudian menjadi Rp. 6.500,- per liter, ini berarti kenaikan harga sebesar 44,4%. Bulan Juni ini Bank Indonesia mengumumkan inflasi sebesar 5,5% yoy (year on year), yang artinya kenaikan harga rata-rata di Indonesia adalah 5,5%. Sadarkah kita terjebak hanya berdasarkan data inflasi ? Sedangkan yang terjadi pada kenyataan besarnya kenaikan kebutuhan seperti bahan bakar saja sudah naik sebesar 44,4 %. Akan kita tetap mengandalkan investasi yang hanya sesuai dengan inflasi saja ?

Sebagai informasi tambahan, suku bunga penjaminan saat ini adalah sebesar 5,75% (data dari LPS) dengan maksimum total dana yang dijamin adalah Rp. 2 Milyar. Jadi apabila kita mempunyai dana lebih besar dari nilai tersebut, maka tidak akan dijamin oleh LPS (dengan catatan dana tersebut tercatat dengan tingkat nilai suku bunga tidak melebihi LPS). Dengan informasi tambahan ini, maka diharapkan kita akan lebih waspada terhadap oknum-oknum, atau pihak yang mengatakan bahwa investasi mereka sudah dijamin oleh LPS dan memberikan tingkat suku bunga yang tinggi.

Terkait dengan jenis investasi khusus, maka kembali lagi bahwa investasi adalah untuk memenuhi dari tujuan keuangan yang sudah ditetapkan sebelumnya dan juga sebagai media untuk perencanaan keuangan. Tujuan keuangan ini dibagi menjadi 3 jangka waktu, yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang. Dan tentunya harus juga disadari dengan semakin tinggi tingkat suku bunga atau pun investasi yang ditawarkan, maka akan semakin tinggi juga resiko yang harus ditanggung oleh investor.

Secara fundamental, jenis investasi dibagi menjadi 2 bagian :

  1. Investasi/tabungan syariah.
  2. Investasi/tabungan Non-syariah

 

Pada kesempatan lain, saya akan membahas perbedaan lebih detail dari jenis investasi tersebut. Akan tetapi dalam artikel ini saya akan memberikan beberapa panduan praktis untuk berinvestasi yang bisa digunakan untuk bulan puasa atau pun di bulan lainnya dengan lebih bijaksana.

 

7  Panduan Praktis Dalam Berinvestasi :

  1. Tentukan tujuan keuangan Anda terlebih dahulu.
  2. Kelompokkanlah tujuan-tujuan tersebut berdasarkan jangka waktunya.
  3. Investasi setiap bulan harus dikeluarkan terlebih dahulu sewaktu menerima penghasilan, sebelum pemakaian biaya hidup dan lainnya.
  4. Pilihlah tujuan jangka pendek, maka pilihlah investasi yang memberikan suku bunga diatas inflasi (contoh : deposito).
  5. Untuk tujuan jangka panjang dan menengah, maka faktor bunga dan resiko investasi lebih diutamakan.
  6. Pilihlah investasi sesuai dengan agama yang dianutnya (Syariah bagi para muslimin dan muslimah).
  7. Selalu Review kinerja dari investasi yang sudah dimasuki setiap tahunnya, dan lakukan penyesuaian dengan kondisi yang ada.

 

Ingatlah selalu bahwa investasi yang tampaknya terlalu menggiurkan dan terlihat hampir mustahil, maka sudah hampir 80% investasi tersebut mengandung unsur tipuan dan manipulasi. Oleh karena itu, bijaklah mengambil keputusan dalam berinvestasi dan bukan hanya tergiur oleh penghasilan yang akan diberikan dan ajakan teman.

 

Catch Your Dream Now.

Ronnie Francis CFP® QWP® AEPP® MH. CI. M.NLP

Dream Catcher Motivator

 

Related Posts

Comments are closed.

%d bloggers like this: