Perlukah Merencanakan Keuangan ?

Perlukah Merencanakan Keuangan ?

Saat melihat tulisan ini, atau pun mendengarkan kata-kata ini oleh seseorang, mungkin akan terpikirkan bahwa ini bisa jadi adalah sesuatu yang sangat penting. Tetapi bila ini merupakan sesuatu yang sangat penting, mengapa tidak dijadikan salah satu mata pelajaran di sekolah ? Pastinya Anda juga akan bertanya hal yang sama terhadap hal ini, bukankah begitu ? J

 

Masih ingatkah artikel dahulu mengenai naiknya harga makanan dan pakaian menjelang Ramadhan ? Mungkin sebelumnya tak terpikirkan bahwa kenaikan harga tersebut hanyalah merupakan uang yang tidak terlalu signifikan kenaikkannya. Akan tetapi bila kita konversikan melalui persentase, angka kenaikan tersebut sungguh sangat menakjubkan. Kenaikan harga bahan untuk pangan seperti cabai di beberapa kota sudah sampai 100%, nah apakah kenaikan keuntungan usaha Anda sudah melebihi kenaikan harga tersebut ?

 

Sungguh sangat memilukan bila kita mencermati bagaimana setiap hari kita melihat banyaknya orang yang berjuang pergi ke kantor menggunakan kendaraan umum. Mereka berbondong-bondong memadati bus kota yang sudah sangat penuh sesak demi untuk menghemat pengeluaran. Saat ini tarif angkot (metromini dan kopaja) sudah dinaikkan dari Rp. 2.000,- ke Rp. 3.000,- Dengan demikian adanya kenaikan sebesar 50% dari tarif yang lama.

 

Apakah artinya angka-angka di atas tersebut ? Mari kita gunakan perhitungan sedikit, agar kita dapat membayangkan bagaimana angka-angka tersebut berpengaruh terhadap kehidupan kita di masa depan. Perhitungan yang dipakai adalah perhitungan dengan bunga majemuk.

 

Contoh :

Asumsi Kenaikkan Biaya per tahun 10%

Saat ini biaya angkot untuk kopaja adalah sebesar Rp. 3.000,-

Berapakah biaya angkot yang harus kita keluarkan 10 tahun kemudian ?

 

Pertanyaan tersebut dapat kita selesaikan dengan menggunakan rumus Future Value

FV = PV * (1+i) ^ n

Maka biaya angkot 10 tahun kemudian adalah Rp. 7.781,-

Dan ini berarti adanya kenaikan sebesar 159%

(Dengan menggunakan perhitungan sederhana seharusnya hanya naik 100% selama 10 tahun)

 

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk sesegera mungkin melakukan perencanaan keuangan sejak dini. Dikarenakan nilai yang sesungguhnya yang akan terjadi bila tidak kita sadari sejak awal akan menjadi bumerang bagi kita di masa depan. Dalam artikel ini saya membahas mengenai dampak kenaikkan biaya angkot di masa depan dengan perhitungan secara keuangan. Anda dapat membayangkan yang terjadi dengan angka-angka yang lebih besar, dan mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam kehidupan Anda.

 

Hal-hal lain di masa depan yang dapat mempengaruhi kehidupan Anda seperti :

  1. Biaya pendidikan anak untuk kuliah.
  2. Biaya kebutuhan hidup di usia senja.
  3. Biaya kesehatan bila mengalami musibah.
  4. Biaya memberangkatkan keluarga untuk menunaikan ibadah haji.
  5. Biaya pembelian rumah untuk anak-anak nanti.
  6. Biaya modal usaha untuk anak-anak saat dewasa.
  7. Biaya pernikahan anak saat dewasa.
  8. Biaya untuk peristirahatan terakhir bila sudah di akhir hayat.
  9. Biaya lain-lain yang mungkin bisa timbul saat di masa mendatang.

 

Pesan:

Ketahuilah dengan pasti bahwa saat ini memang bukan saat kita yang terpaksa untuk memikirkan atau pun sampai merencanakan kebutuhan-kebutuhan tersebut, akan tetapi disaat kita membutuhkannya janganlah sampai kita terpaksa melakukan usaha-usaha yang bisa merugikan diri kita sendiri (jual harta yang berharga, dan sebagainya) atau sampai melakukan hal yang tidak terpuji (merampok, mencuri, dll).

Masa depan seseorang tidaklah merupakan tanggung jawab dari orang tua, saudara, keponakan, maupun anak, akan tetapi merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing. Setiap usaha yang kita lakukan saat ini walaupun tidak terlihat, maka akan sangat bermanfaat untuk masa depan kita. Lakukanlah perencanaan keuangan bila Anda sangat menghargai masa depan Anda, dan berpikirlah selalu positif.

 

Catch Your Dream Now.

Ronnie Francis CFP® QWP® AEPP® MH. CI. M.NLP

Dream Catcher Motivator

Related Posts

Comments are closed.

%d bloggers like this: